Cuaca baik dan hati yang gundah
Listening to: Gabe Bondoc - Gentleman Don't
Currently Reading: I'll Go To You When The Weather is Nice
Akhir-akhir ini lagi berusaha menyelesaikan membaca buku di atas. Sepertinya kecepatan membacaku mulai berkurang. Biasanya, aku bisa menyelesaikan 1 novel dalam 1-2 hari. Kali ini, sudah hampir 1 minggu aku berkutat dengan novel ini.
Jika kalian penikmat drama Korea, buku ini baru saja diadaptasi ke sebuah drama yang diperankan oleh Seo Kang Joon dan Park Min Young. Membaca buku ini rasanya si penulis adalah seorang pria. Mengapa aku merasa demikian, karena cara penuturan kata-kata yang menurutku lumayan deskriptif dan detail tapi tidak begitu mengutamakan penjelasan pada apa yang dirasakan dua karakter utama kita setiap saat. Penggambaran suasana, lokasi, sangat jelas, makanya aku mengira penulis adalah seorang laki-laki.
Sebenarnya, aku cukup merasa senang selama membaca buku ini (hingga setengah buku untuk saat ini). Walaupun saat ini aku belum mendapatkan pekerjaan baru (perusahaan tempatku bekerja menutup operasional mereka karena pandemi ini) dan aku memiliki banyak waktu luang, tapi semua waktu luangku sudah dipesan oleh ibuku untuk membantu beliau di rumah. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mengurus rumah, apalagi jika kita tidak memiliki pembantu rumah tangga. Semua serba dikerjakan sendiri. Mencuci baju, menjemur baju, memasak, mencuci piring, menyapu dan mengepel lantai. Sangat melelahkan jika dikerjakan setiap hari. Aku menghormati para pembantu rumah tangga yang melakukan semua hal tersebut tanpa mengeluh dan dengan upah yang menurutku, pastinya sangat pas-pasan untuk kehidupan mereka. Aku juga makin menghargai privilege/hak istimewa yang aku miliki dengan terlahir di keluarga menengah.
Jadi, mau tak mau, aku terpaksa menyicil membaca buku ini (menyebabkan kecepatan membaca yang berkurang).
Namun, aku juga rindu bekerja. Bertemu teman kantor, mengobrol dengan orang lain, menerima gaji (yang paling aku rindukan, tentu saja). Sangat menyenangkan bisa hidup secara mandiri.
Oh ya, tak lupa, teman dekatku yang akan menikah tahun depan. Dia memintaku untuk menjadi bridesmaid-nya! Tapi dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan seorang bridesmaid (apalagi aku!). Jujur saja, aku mengerti situasi dirinya dan aku memberitahunya bahwa dia tidak perlu menjadikan aku bridesmaid-nya (tentu saja tidak secara langsung). Cukup dengan mengundang diriku di acara istimewanya sudah lebih dari cukup.
Yang menyedihkan adalah, beberapa minggu lalu, teman dekatku ini mencoba menjodohkanku dengan teman dekatnya yang lelaki. Duh, aku sampai merasa tidak enak dengan temannya itu. Namun, temannya sendiri malah hanya cuek di group chat saat digoda dengan perjodohan seperti itu. Aku sendiri yang kalang kabut memikirkan respon apa yang oke. Jika aku menolak temanku, temannya mungkin akan berpikiran bahwa aku jual mahal, jika aku diamkan, aku merasa kasihan dengan temanku itu karena tidak ada yang merespon. Jika aku terima, belum tentu lelaki itu akan balik menyukaiku.
Walaupun aku sendiri sangat ingin mencoba memulai sebuah hubungan dan mengenal orang lain, tapi bukannya aku tidak tahu bahwa lelaki itu adalah pria yang lebih pintar dariku dan mungkin lebih dari segalanya dibanding aku. Tentunya lelaki seperti itu akan mencari perempuan yang setara dengan dirinya. Ah, penyakit rendah diriku kembali lagi. Terkadang aku sendiri merasa aku ini kurang dari penampilan dan juga IQ. Aku pun sudah mengingatkan diriku sendiri bahwa aku harus belajar mencintai dan menerima diriku apa adanya barulah orang lain akan menyukaiku, tapi terkadang rasa insecure itu muncul dengan sendirinya.
Menulis semua apa yang aku pikirkan di blog ini sangat membantuku melepas semua pikiran yang terus-terusan berkutat di kepalaku. Aku tidak mau terus-terusan memikirkan hal-hal yang tak begitu berarti untuk waktu yang lama.
Oh ya, apakah kalian sering melihat langit malam? Akhir-akhir ini langit malam di tempatku sangatlah indah. Langitnya selalu bersih, tidak seperti dulu. Aku bisa melihat banyak bintang-bintang di langit malam saat ini. Menyenangkan sekali melihat bintang-bintang yang berkelap kelip di malam hari dengan angin yang bertiup lembut, membawakan perasaan damai di hati. Mungkin bisa dibilang inilah salah satu dampak positif dari pandemi ini, langit malam yang bebas polusi, menampakkan bintang-bintang indah yang telah lama tersembunyi di balik debu kota. Aku tidak sabar menunggu bulan purnama, pastinya akan tampak sangat indah dan bulat. :)
Comments
Post a Comment