Journal 74: Mimpi-mimpi Seorang Pemimpi
Entah kenapa, hari ini tiba-tiba teringat satu mimpi saya
dulu. Dan saya jadi pengen menceritakan semua mimpi saya. Semua berawal dari
keinginan saya untuk jadi diplomat saat saya masih kelas 6 SD. Kenapa diplomat?
Karena saya dulu pengen banget keliling dunia. Sepertinya asik saja merasakan
kebebasan, bertemu banyak orang, pergi ke banyak tempat. Dan timbul pemikiran
saat itu, kalo saya ga jadi diplomat, saya ingin jadi tour guide, jadi tujuan
saya nanti kuliah inginnya hubungan internasional atau sastra inggris. Saat itu
saya belum mengenal adanya jurusan pariwisata hingga saya SMA kelak.
Saat SMP, pikiran saya masih dipenuhi dengan ide keliling
dunia –hingga sekarang masih ada kok :D. Dan karena ide itu, saya malah jatuh
cinta sama pelajaran IPS terutama sejarah. Ide ini masih melekat, dan saya jadi
giat belajar bahasa inggris (dulu sewaktu SD, kami baru dikenalkan dengan
bahasa inggris, pertama kalinya di sekolah kami saat angkatan saya, saat kelas
6 SD) karena ingin bisa keliling dunia.
Oh ya,, saat saya SD juga saya sudah
ditanamkan sama ayah saya untuk jadi pebulutangkis. Mungkin karena itu
keinginan ayah saya sejak kecil dulu, walaupun tidak terwujud, beliau masih
menjadikannya sebagai hobi, hingga sekarang. Jadi saat saya masih kecil saya
suka olahraga. Saya juga pernah bercita-cita jadi pebulutangkis hebat seperti
Susi Susanti, Sony Dwi Kuncoro (saya dulu fans banget sama kak Sony). Tapi apadaya,
latihan saya terpaksa dihentikan karena kegiatan sekolah hingga sore (jam 5
sore tepatnya setiap Senin-Kamis). Jadi saya mulai berhenti bermimpi menjadi
atlet sejak SMP, walaupun yaa saya pernah mendapat medali perak dalam O2SN di
daerah saya (Palembang), agak menyesal sih kenapa saya ga bisa dapet emas, kan
lumayan tuh lombanya di Jakarta, dan saya kalahnya pun sama musuh bebuyutan
(musuh yg sama yg selalu saya temui di setiap final di setiap pertandingan bulu
tangkis sejak SD. Hahaha)
Terus, pas SMP kelas 3, saya diajak ikut LCC IPS, dan juara
3. Sejak itu saya jadi menyukai ekonomi. Karena saya suka ekonomi, saya ingin
nantinya mengambil internasional business. Yah, unfortunately, i lost my
interest in business when i was in 12th grade in high school. Saya merasa saya
tidak cocok jika saya mengambil bisnis. Saya tahu kapasitas saya. Saya tahu
saya bukan tipe orang bisnis dan tidak yakin bisa terjun dalam dunia bisnis
itu. Jadi saya give up sama bisnis, saya memilih kembali untuk memilih keliling
dunia. Saya memutuskan beberapa jurusan yang ingin saya ambil; hubungan
internasional, sastra inggris, sastra jepang, dan perhotelan. Saya dulu mengira
perhotelan itu asik, bisa menjadi manajer, pindah-pindah kerja di tiap hotel. Tapi
saat saya tanya-tanya di ekspo pendidikan yang diadakan di sekolah saya, saya
memutuskan bahwa perhotelan mungkin kurang cocok untuk saya, karena hanya akan
mengekang saya pada satu tempat saja, dan saya pikir sudah cukup selama 17
tahun saya berada di satu tempat terus. Saya ingin melanglang buana, jadi saya
melepas perhotelan.
Pasti pada bingung kenapa saya niat banget sama sastra, ia
kan? Saya suka menulis sejak SMP, dan saya pernah ikut eskul jurnalistik,
meskipun saya tidak melanjutkannya saat saya memasuki SMA. Dan mengenai sastra
inggris, karena saya ingin pergi ke inggris. Inggris adalah tujuan saya, saya
ingin sekali kesana, saya ingin mempelajari budaya disana, ingin belajar
tentang sejarah kerajaannya, dan saya juga ingin ke Skotlandia! Haha, saya
terobsesi sama pakaian adatnya yang kotak-kotak itu.
Kalo sastra jepang, tau kan dulu jepang lagi ngetrennnn
banget? Nah, saya tertular demam jepang ini. Dari anime, komik, drama, hingga
musiknya. Budayanya aja menular ke saya. Saya jadi mau belajar berbicara yg
sopan seperti orang jepang. Belajar bahasanya yang menurut saya tuh halusss
banget dan sopan(kecuali omongan kasarnya yaa, yang pastinya emang kasar),
ngikutin manner orang jepang yang suka nunduk sedikit untuk menghormati orang
yg lebih tua. Tapi entah kenapa seiring berjalannya waktu, saya malah
kehilangan interest saya untuk sastra jepang. Ditambah ketidaksetujuan orang
tua saya jika saya ingin melanjutkan ke sastra jepang. Ibu bilang satra tidak
bisa menghasilkan uang. Beliau tetap menolak meskipun saya sudah bilang klo
masuk sastra itu bisa jadi translator, guru, penulis, dll. Saya lelah dengan
penolakan dan lebih memilih mengikuti saran mereka.
Oh ya, saya dulu pernah berpikiran jadi mangaka/komikus. Saya
dulu suka gambar, tapi juga udah bosen sekarang. Jadi lewat aja. Summer fling~
Saya pernah juga lho ingin mengambil jurusan sastra
Indonesia karena saya ingin jadi penulis novel, atau setidaknya bekerja di
dunia penerbitan.
Hmm, saya ada lupa beberapa mimpi-mimpi saya. Hmm, apa yg
terlewat yaa? Ah! Mimpi saya yang terakhir, jadi psikolog! Saya pikir karena
saya suka mendengarkan teman saya yang curhat dan memberi saran sama mereka,
saya jadi pikir mungkin inilah jiwa saya, tujuan saya supaya berguna untuk
banyak orang. Tapi sekali lagi, my mother didn’t seem to agree with my
decision. Padahal tekat saya sebelumnya udah bulat. Saya mengejar undangan
psikologi UI, saya uda tes bakat minat dan hasilnya saya mendapat psikologi,
tapi saat restu orang tua juga tidak didapat, maka percuma saja saya tetap
meneruskan keinginan saya ini. Saya tahu bahwa orang tua ingin yang terbaik
bagi anaknya, tapi saya ga pernah lupa betapa kecewanya saya saat orang tua
saya tidak setuju, menentang saya habis-habisan. Mereka menganggap semua
profesi yang saya pilih tidak berguna, tidak menghasilkan banyak uang. Jujur,
saat itu saya sampai nangis, saya sampai bertanya-tanya, apa uang itu begitu penting
dalam hidup? Apakah kita tidak bisa hidup jika kita hanya punya uang pas-pasan.?
Tapi semuanya terjawab dengan cerita masa kecil ibu saya. Yah, orang tua hanya
ingin kita tidak mengalami semua kesulitan yang pernah mereka alami. Benar bahwa
mereka ingin yang terbaik bagi kita dan hanya ingin kita bahagia kelak.
Keputusan terakhir saya kembali pada melanglang buana. Saya memilih
mengambil pariwisata. Mungkin tujuan awal saya sangatlah bodoh. Kuliah hanya untuk
keliling dunia. Bodoh kan? Hanya menghabiskan uang orang tua. Kalo Cuma mau
jalan-jalan, harusnya kerja, cari uang. Saya merasa galau setelah pemikiran
ini. Apa benar ini yang saya inginkan? Pariwisata? Tapi kita tidak tahu apa
yang akan kita hadapi ke depannya jika kita tidak memilih jalan ini kan? Yah,
saya memutuskan untuk berani, berani memilih, dan saya akan menghadapi apa yang
telah saya pilih, menaklukkan rintangannya yang akan datang, dan saya hanya
bisa berdoa bahwa kali ini orang tua saya mengikhlaskan pilihan saya. Saya hanya
bisa berdoa saya bisa sukses ke depannya, tidak mengecewakan orang tua saya
karena pilihan saya.
Tapi, sekarang saya punya tujuan baru, memajukan pariwisata
Indonesia! Mungkin banyak yang akan bilang kalo saya munafik, mana bisa seorang
diri memajukan pariwisata sebuah negara, apalagi tanpa menguntungkan diri. Well,
saya tidak bisa bilang saya tidak ingin untung, karena sejujur-jujurnya, mana
ada orang yg bekerja ga nyari untung (ga digaji), ia kan?
Dan saya inget lho, saya pernah bilang gini sama temen saya,
kok aku sepertinya suka milih jurusan ga populer ya? Kok aku ga bisa seperti
kalian (dua temen saya), suka bisnis, mengambil jurusan bisnis. Saya sendiri
yang beda diantara kalian. Banyak yang bilang saya tuh buang-buang uang orang
tua saya dengan mengambil jurusan pariwisata. Banyak yg bilang saya tuh pinter
tapi kenapa milih jurusan yang ga jelas juntrungannya. Tapi temen saya bilang,
kalo kamu ga suka sama jurusan yang akan kamu ambil, buat apa kamu ambil, Cuma bikin
kamu capek sendiri nantinya. Mungkin akan menyenangkan orang tuamu, tapi kamu
sendiri ga bisa menjalani semuanya dengan sepenuh hati, yang ada malah berhenti
di tengah jalan nantinya. Menurutku pariwisata juga bagus kok. Asik kan bisa
jalan-jalan? Hehe.
Mungkin ini yah bahwa semua orang punya jalannya
masing-masing.
Oh ya, saya lagi senang-senangnya memikirkan destinasi
favorit saya nanti! Saya punya beberapa rekomendasi sihh...
- Inggris!
- Russia
- Eropa Barat (Austria, Belgia, Belanda, Skotlandia, Italia(Venice!), Kroasia, Swiss)
- Thailand
- Jepang & Korea
- Sulawesi&Raja Ampat
- Kanada
- Himalaya!
Sekarang sih Cuma itu, belum bertambah sih. Haha, tapi
pengen bnget keliling Eropa Barat sama ke Inggris. Tujuan utama saya
mengelilingi Eropa. Wkwk. Doakan semoga terwujud kelak! (jangan lama-lama!).
Saya benar-benar seorang pemimpi ulung kan? Tapi jangan tiru saya. Bermimpilah
sebanyak-banyaknya tapi berusahalah untuk menggapainya. Ga seperti saya yang
langsung menyerah saat ditentang. Well, sebenernya kita juga harus tahu apa
yang terbaik bagi kita, untuk sekarang atau kelak.
Oh ya, saya juga ingin sekali mengikuti berbagai kegiatan
amal, ikut bergabung di organisasi gitu. Ah! Saya baru ingat kenapa saya ingin
mengambil Hubungan Internasional, karena saya ingin bekerja di PBB, khususnya
UNICEF. Saya suka anak-anak, dan ingin banget membantu mereka semua yang kurang
beruntung. Saya iri banget, tapi mengidolakan juga, sama Mbak Alanda Kariza. Dia
aktif berorganisasi, jadi wakil internasional. Saya juga pernah ingin bergabung
di IYC, tapi apa daya saya nantinya ngga berdomisili di Indonesia lagi. Mungkin
saya akan mencoba ikut bergabung di organisasi di kampus saya nantinya. Well,
kesempatan akan selalu terbuka bagi mereka yang ingin meraihnya kan?
Sekian deh cerita saya, mungkin mimpi saya akan ada list
lanjutannya, dan ga akan berhenti sampai di sini saja. Begitu saya punya
ceritanya, saya ingin berbagi.
Mungkin sekarang saya bukan apa-apa, hanya seorang biasa
dengan mimpi-mimpi yang belum terwujud semua, tapi kelak, saya ingin mewujudkan
semuanya.
Dan menjadi orang yang dikenal. :D
Cheers!
Jadi sekarang kamu masuk jur Pariwisata dimana Jes?
ReplyDeletebantu jawab ya~
ReplyDeletedia malah masuk akuntansi ._.v
@kak oky : d malay kak :D
ReplyDelete@erlina : nope, i'm in tourism, malay here~~ hahaha
kyahaha ketahuan nah nggak baca sampe abis LOL
ReplyDeletegood luck!! ><
wkwk. ketauan nian. lol. okelaa. wkwk
ReplyDelete