6.8.12

Journal 74: Mimpi-mimpi Seorang Pemimpi


Entah kenapa, hari ini tiba-tiba teringat satu mimpi saya dulu. Dan saya jadi pengen menceritakan semua mimpi saya. Semua berawal dari keinginan saya untuk jadi diplomat saat saya masih kelas 6 SD. Kenapa diplomat? Karena saya dulu pengen banget keliling dunia. Sepertinya asik saja merasakan kebebasan, bertemu banyak orang, pergi ke banyak tempat. Dan timbul pemikiran saat itu, kalo saya ga jadi diplomat, saya ingin jadi tour guide, jadi tujuan saya nanti kuliah inginnya hubungan internasional atau sastra inggris. Saat itu saya belum mengenal adanya jurusan pariwisata hingga saya SMA kelak.

Saat SMP, pikiran saya masih dipenuhi dengan ide keliling dunia –hingga sekarang masih ada kok :D. Dan karena ide itu, saya malah jatuh cinta sama pelajaran IPS terutama sejarah. Ide ini masih melekat, dan saya jadi giat belajar bahasa inggris (dulu sewaktu SD, kami baru dikenalkan dengan bahasa inggris, pertama kalinya di sekolah kami saat angkatan saya, saat kelas 6 SD) karena ingin bisa keliling dunia.
Oh ya,, saat saya SD juga saya sudah ditanamkan sama ayah saya untuk jadi pebulutangkis. Mungkin karena itu keinginan ayah saya sejak kecil dulu, walaupun tidak terwujud, beliau masih menjadikannya sebagai hobi, hingga sekarang. Jadi saat saya masih kecil saya suka olahraga. Saya juga pernah bercita-cita jadi pebulutangkis hebat seperti Susi Susanti, Sony Dwi Kuncoro (saya dulu fans banget sama kak Sony). Tapi apadaya, latihan saya terpaksa dihentikan karena kegiatan sekolah hingga sore (jam 5 sore tepatnya setiap Senin-Kamis). Jadi saya mulai berhenti bermimpi menjadi atlet sejak SMP, walaupun yaa saya pernah mendapat medali perak dalam O2SN di daerah saya (Palembang), agak menyesal sih kenapa saya ga bisa dapet emas, kan lumayan tuh lombanya di Jakarta, dan saya kalahnya pun sama musuh bebuyutan (musuh yg sama yg selalu saya temui di setiap final di setiap pertandingan bulu tangkis sejak SD. Hahaha)

Terus, pas SMP kelas 3, saya diajak ikut LCC IPS, dan juara 3. Sejak itu saya jadi menyukai ekonomi. Karena saya suka ekonomi, saya ingin nantinya mengambil internasional business. Yah, unfortunately, i lost my interest in business when i was in 12th grade in high school. Saya merasa saya tidak cocok jika saya mengambil bisnis. Saya tahu kapasitas saya. Saya tahu saya bukan tipe orang bisnis dan tidak yakin bisa terjun dalam dunia bisnis itu. Jadi saya give up sama bisnis, saya memilih kembali untuk memilih keliling dunia. Saya memutuskan beberapa jurusan yang ingin saya ambil; hubungan internasional, sastra inggris, sastra jepang, dan perhotelan. Saya dulu mengira perhotelan itu asik, bisa menjadi manajer, pindah-pindah kerja di tiap hotel. Tapi saat saya tanya-tanya di ekspo pendidikan yang diadakan di sekolah saya, saya memutuskan bahwa perhotelan mungkin kurang cocok untuk saya, karena hanya akan mengekang saya pada satu tempat saja, dan saya pikir sudah cukup selama 17 tahun saya berada di satu tempat terus. Saya ingin melanglang buana, jadi saya melepas perhotelan.

Pasti pada bingung kenapa saya niat banget sama sastra, ia kan? Saya suka menulis sejak SMP, dan saya pernah ikut eskul jurnalistik, meskipun saya tidak melanjutkannya saat saya memasuki SMA. Dan mengenai sastra inggris, karena saya ingin pergi ke inggris. Inggris adalah tujuan saya, saya ingin sekali kesana, saya ingin mempelajari budaya disana, ingin belajar tentang sejarah kerajaannya, dan saya juga ingin ke Skotlandia! Haha, saya terobsesi sama pakaian adatnya yang kotak-kotak itu.
Kalo sastra jepang, tau kan dulu jepang lagi ngetrennnn banget? Nah, saya tertular demam jepang ini. Dari anime, komik, drama, hingga musiknya. Budayanya aja menular ke saya. Saya jadi mau belajar berbicara yg sopan seperti orang jepang. Belajar bahasanya yang menurut saya tuh halusss banget dan sopan(kecuali omongan kasarnya yaa, yang pastinya emang kasar), ngikutin manner orang jepang yang suka nunduk sedikit untuk menghormati orang yg lebih tua. Tapi entah kenapa seiring berjalannya waktu, saya malah kehilangan interest saya untuk sastra jepang. Ditambah ketidaksetujuan orang tua saya jika saya ingin melanjutkan ke sastra jepang. Ibu bilang satra tidak bisa menghasilkan uang. Beliau tetap menolak meskipun saya sudah bilang klo masuk sastra itu bisa jadi translator, guru, penulis, dll. Saya lelah dengan penolakan dan lebih memilih mengikuti saran mereka.

Oh ya, saya dulu pernah berpikiran jadi mangaka/komikus. Saya dulu suka gambar, tapi juga udah bosen sekarang. Jadi lewat aja. Summer fling~

Saya pernah juga lho ingin mengambil jurusan sastra Indonesia karena saya ingin jadi penulis novel, atau setidaknya bekerja di dunia penerbitan. 

Hmm, saya ada lupa beberapa mimpi-mimpi saya. Hmm, apa yg terlewat yaa? Ah! Mimpi saya yang terakhir, jadi psikolog! Saya pikir karena saya suka mendengarkan teman saya yang curhat dan memberi saran sama mereka, saya jadi pikir mungkin inilah jiwa saya, tujuan saya supaya berguna untuk banyak orang. Tapi sekali lagi, my mother didn’t seem to agree with my decision. Padahal tekat saya sebelumnya udah bulat. Saya mengejar undangan psikologi UI, saya uda tes bakat minat dan hasilnya saya mendapat psikologi, tapi saat restu orang tua juga tidak didapat, maka percuma saja saya tetap meneruskan keinginan saya ini. Saya tahu bahwa orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya, tapi saya ga pernah lupa betapa kecewanya saya saat orang tua saya tidak setuju, menentang saya habis-habisan. Mereka menganggap semua profesi yang saya pilih tidak berguna, tidak menghasilkan banyak uang. Jujur, saat itu saya sampai nangis, saya sampai bertanya-tanya, apa uang itu begitu penting dalam hidup? Apakah kita tidak bisa hidup jika kita hanya punya uang pas-pasan.? Tapi semuanya terjawab dengan cerita masa kecil ibu saya. Yah, orang tua hanya ingin kita tidak mengalami semua kesulitan yang pernah mereka alami. Benar bahwa mereka ingin yang terbaik bagi kita dan hanya ingin kita bahagia kelak.

Keputusan terakhir saya kembali pada melanglang buana. Saya memilih mengambil pariwisata. Mungkin tujuan awal saya sangatlah bodoh. Kuliah hanya untuk keliling dunia. Bodoh kan? Hanya menghabiskan uang orang tua. Kalo Cuma mau jalan-jalan, harusnya kerja, cari uang. Saya merasa galau setelah pemikiran ini. Apa benar ini yang saya inginkan? Pariwisata? Tapi kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi ke depannya jika kita tidak memilih jalan ini kan? Yah, saya memutuskan untuk berani, berani memilih, dan saya akan menghadapi apa yang telah saya pilih, menaklukkan rintangannya yang akan datang, dan saya hanya bisa berdoa bahwa kali ini orang tua saya mengikhlaskan pilihan saya. Saya hanya bisa berdoa saya bisa sukses ke depannya, tidak mengecewakan orang tua saya karena pilihan saya.
Tapi, sekarang saya punya tujuan baru, memajukan pariwisata Indonesia! Mungkin banyak yang akan bilang kalo saya munafik, mana bisa seorang diri memajukan pariwisata sebuah negara, apalagi tanpa menguntungkan diri. Well, saya tidak bisa bilang saya tidak ingin untung, karena sejujur-jujurnya, mana ada orang yg bekerja ga nyari untung (ga digaji), ia kan?

Dan saya inget lho, saya pernah bilang gini sama temen saya, kok aku sepertinya suka milih jurusan ga populer ya? Kok aku ga bisa seperti kalian (dua temen saya), suka bisnis, mengambil jurusan bisnis. Saya sendiri yang beda diantara kalian. Banyak yang bilang saya tuh buang-buang uang orang tua saya dengan mengambil jurusan pariwisata. Banyak yg bilang saya tuh pinter tapi kenapa milih jurusan yang ga jelas juntrungannya. Tapi temen saya bilang, kalo kamu ga suka sama jurusan yang akan kamu ambil, buat apa kamu ambil, Cuma bikin kamu capek sendiri nantinya. Mungkin akan menyenangkan orang tuamu, tapi kamu sendiri ga bisa menjalani semuanya dengan sepenuh hati, yang ada malah berhenti di tengah jalan nantinya. Menurutku pariwisata juga bagus kok. Asik kan bisa jalan-jalan? Hehe.

Mungkin ini yah bahwa semua orang punya jalannya masing-masing.

Oh ya, saya lagi senang-senangnya memikirkan destinasi favorit saya nanti! Saya punya beberapa rekomendasi sihh...
  1. Inggris! 
  2. Russia
  3. Eropa Barat (Austria, Belgia, Belanda, Skotlandia, Italia(Venice!), Kroasia, Swiss)
  4. Thailand
  5. Jepang & Korea
  6. Sulawesi&Raja Ampat
  7. Kanada
  8. Himalaya!

Sekarang sih Cuma itu, belum bertambah sih. Haha, tapi pengen bnget keliling Eropa Barat sama ke Inggris. Tujuan utama saya mengelilingi Eropa. Wkwk. Doakan semoga terwujud kelak! (jangan lama-lama!). Saya benar-benar seorang pemimpi ulung kan? Tapi jangan tiru saya. Bermimpilah sebanyak-banyaknya tapi berusahalah untuk menggapainya. Ga seperti saya yang langsung menyerah saat ditentang. Well, sebenernya kita juga harus tahu apa yang terbaik bagi kita, untuk sekarang atau kelak.

Oh ya, saya juga ingin sekali mengikuti berbagai kegiatan amal, ikut bergabung di organisasi gitu. Ah! Saya baru ingat kenapa saya ingin mengambil Hubungan Internasional, karena saya ingin bekerja di PBB, khususnya UNICEF. Saya suka anak-anak, dan ingin banget membantu mereka semua yang kurang beruntung. Saya iri banget, tapi mengidolakan juga, sama Mbak Alanda Kariza. Dia aktif berorganisasi, jadi wakil internasional. Saya juga pernah ingin bergabung di IYC, tapi apa daya saya nantinya ngga berdomisili di Indonesia lagi. Mungkin saya akan mencoba ikut bergabung di organisasi di kampus saya nantinya. Well, kesempatan akan selalu terbuka bagi mereka yang ingin meraihnya kan?

Sekian deh cerita saya, mungkin mimpi saya akan ada list lanjutannya, dan ga akan berhenti sampai di sini saja. Begitu saya punya ceritanya, saya ingin berbagi.

Mungkin sekarang saya bukan apa-apa, hanya seorang biasa dengan mimpi-mimpi yang belum terwujud semua, tapi kelak, saya ingin mewujudkan semuanya.

Dan menjadi orang yang dikenal. :D


Cheers!

5 comments:

  1. Jadi sekarang kamu masuk jur Pariwisata dimana Jes?

    ReplyDelete
  2. bantu jawab ya~
    dia malah masuk akuntansi ._.v

    ReplyDelete
  3. @kak oky : d malay kak :D
    @erlina : nope, i'm in tourism, malay here~~ hahaha

    ReplyDelete
  4. kyahaha ketahuan nah nggak baca sampe abis LOL
    good luck!! ><

    ReplyDelete
  5. wkwk. ketauan nian. lol. okelaa. wkwk

    ReplyDelete