9.6.12

Book Review : Then I Hate You So

Dendam yang mengaburkan perasaan sesungguhnya

Judul : Then I Hate You So
Penulis: Andry Setiawan
Genre : Romance
Kategori: Fiksi, novel asli
Tebal : 320 hlmn
Harga : Rp. 43.000
Terbit : Maret 2012
Penerbit: Haru

Rate : 4/5

Sinopsis:
Han Naran, seorang model cantik dan terkenal di Korea. Memiliki krisis kepercayaan terhadap orang lain. Ia begitu tertutup karena satu hal. Masa lalunya 7 tahun yang lalu telah membuatnya menjadi seorang model cantik, tertutup dan sinis. Akhirnya, ia pun bertemu kembali dengan orang yang ia anggap telah menghancurkan hidupnya, Itoyama Luca. Ia ingin membalas dendam, atas apa yg telah diperbuat Luca padanya 7 tahun silam di Jepang.

Itoyama Luca, lelaki tampan dan sukses di bidangnya. Kejadian gempa dan tsunami pada bulan Maret lalu telah menjungkirbalikkan hidupnya. Ia yang terbiasa dengan keteraturan, ingin segera mengangkat kaki dan meninggalkan Jepang. Segera ia memutuskan untuk mengambil proyek besar di Korea yang ditawarkan perusahaannya. Di hari pertamanya di Seoul, ia bertemu dengan seorang gadis cantik yang tiba-tiba kabur saat melihat Luca. Di sinilah cerita mulai bergulir.

Gadis cantik yang ditemui Luca ternyata Naran. Dan Naran tidak mengira akan secepat ini bertemu kembali dengan Luca. Hanya melihat Luca saja sudah membawa kembali luka lama yang ingin ia kubur dalam-dalam. Yang ia inginkan adalah balas dendam. Namun hatinya mulai goyah saat ia menyadari bahwa ia mulai menikmati kebersamaannya dengan Luca. Mampukah Naran membalaskan dendamnya? Ada apa dibalik masalah 7 tahun silam? Bagaimana akhir kisah Luca dan Naran? Temukan jawabannya dalam novel ini!

My Review:

Awalnya sih saya kurang menyukai detail-detail dalam novel ini. Hanya bagian awal. Namun saat menjelang konflik, novel ini berkembang bertahap dan membuat saya merasa overwhelmed saat mencapai klimaks, dimana Naran mengungkapkan perasaannya terhadap Luca, apa yang telah dilakukan Luca pada Naran 7 tahun yang lalu. Mulai dari situ, saya merasa novel ini mulai mengalir. Saya berharap novel Andry selanjutnya membawa perasaan itu. Dan saya berharap detail-detail di awal akan dikurangi karena jujur, di bagian awal saya sambil lompat-lompat bacanya. Terlalu pusing untuk membaca detail. Dan ah! Kurangnya dialog. Untuk monolog saja sampai satu halaman. Well, mungkin itu juga dipengaruhi oleh ukuran huruf. Saya cukup nyaman membaca novel ini karena ukuran fontnya. Tidak perlu memicingkan mata. Khas dari Penerbit Haru.

Oh ya, ada beberapa typo atau kesalahan pengetikan di beberapa halaman. Seperti emas yang seharusnya lemas (saya lupa ada di halaman berapa), beberapa kekurangan huruf, dan yah itu cukup mengganggu bagi saya walaupun kesalahan ini jarang muncul.

Hmm, mengenai alur, plot, saya hanya ingin menambahkan sebaiknya tokoh Kenzo juga dimunculkan di masa kini, jadi masalah 7 tahun yang lalu itu bisa menjadi strong point dan yahh ga dilupakan begitu aja. Masa cuma disebutkan bahwa pelakunya dia, terus ga ada penjelasan dari orangnya sendiri, malah dari tokoh lain. Kalau saya sih, gara-gara penjelasan dari tokoh lain itulah yang kurang membawa saya terlarut bersama Naran. Logisnya sih pasti ada yg mau penjelasan dari pihak yang terkait secara langsung, tapi Naran ini kok terlalu menerima ya? Tapi, perkembangan karakter para tokoh cukup mengalami progress kok. Saya suka sama karakter Naran yang tsundere (yang galak tapi sebenarnya baik).

Selipan beberapa joke di awal harusnya bisa dibawa hingga akhir, tapi saya jadi sadar, masa lagi romantis tiba-tiba diajak ketawa? hehe. Good job buat joke-nya, cuma, ada di beberapa bagian saya kurang bisa terbawa sama gurauan itu, mungkin karena saya sudah terganggu sama detailnya. Dan juga covernya apik tenan. Bagus. Saya suka. Ada bayangan di bawahnya itu gambaran setelah gempa kah? Itu sih yang saya tangkap.

4 bintang buat adegan-adegannya Luca dan Naran yang sanggup bikin saya merasa sesak. :D

You also can see this review in my goodreads account : http://www.goodreads.com/review/show/307424329

No comments:

Post a Comment