9.6.12

Book Review : Sunshine Becomes You

Bahwa aku mencintaimu, sepenuh hatiku...

Judul: Sunshine Becomes You
Penulis: Ilana Tan
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Februari 2012
Jumlah Halaman: 400 halaman
Genre: Fiksi, Romance, Metropop
Harga : Rp65000
ISBN : 978-979-22-7813-2

Rate : 3/5

Sinopsis:

Mia Clark tak ingin merasakan jatuh cinta. Hidupnya cukup sulit dengan keadaannya saat ini. Ia telah kehilangan impiannya akibat keadaannya, dan ia tidak ingin menambahnya dengan jatuh cinta. Cinta hanya membuatnya semakin sulit untuk menghadapi keadaannya saat ini, dan akan makin sulit untuk orang yang mencintainya kelak. Mematahkan tangan Alex dan keputusannya membantu pria itu adalah hal paling bodoh yang pernah ia lakukan.

 Alex Hirano tak percaya di hari pertamanya keluar dari apartemennya, ia akan menghadapi kesialan. Ia sebenarnya tak ingin keluar, namun apadaya saat adiknya Ray memaksanya untuk menghirup udara segar karena Ray menganggapnya sangat suram. Ditindih Mia Clark adalah kesialannya,dan saat ia tahu bahwa tangannya juga patah, saat itulah ia mulai membenci Mia. 

Alex sangat membenci keadaannya saat itu karena ia harus membatalkan seluruh konsernya dan terlebih lagi ia tidak bisa melakukan semua hal dengan satu tangan -dengan baik! Awalnya, karena Mia adalah teman Ray, Alex tidak begitu menghiraukannya. Namun sejak gadis itu datang ke apartemennya, meminta maaf, bahkan mengajukan untuk menjadi tangan kirinya, akhirnya Alex terpaksa menerimanya karena ia tahu selama tangannya belum sembuh total, ia hanya akan membuat hari-harinya sendiri berantakan.

Awalnya, Alex mengacuhkan Mia, menyuruh-nyuruh Mia melakukan hal ini-itu. Namun, Alex merasakan sesuatu, saat Mia tersenyum untuk pertama kalinya, saat itu juga ia menyangkal bahwa ia tidak memiliki rasa itu, dan bukan hanya kopi buatan Mia yang memikat hatinya, Mia juga telah membuatnya bertekuk lutut. Bahkan saat Mia tidak berada dalam jangkauannya, Alex uring-uringan. dan saat ia melihat Mia kembali, Alex tahu, dirinya tidak akan bisa hidup tanpa kehadiran Mia. Dan saat adiknya, Ray, mengatakan bahwa ia telah menyatakan cinta pada Mia, Alex pun merasa kesal, padahal Ray adalah adiknya sendiri. Ada apa ini??

Di sisi lain, Mia pun merasa bahwa ia mulai menyukai Alex. Dibalik sikap dingin Alex, ternyata pria itu memiliki sikap perhatian dan gentlemen. Namun, ia juga teringat akan keadaannya. Tidak, ia tidak boleh jatuh cinta pada Alex, apalagi bermimpi mejadi kekasih pria itu.

Semua mulai berubah saat Alex mengetahui rahasia Mia, rahasia yang ingin Mia jaga rapat-rapat...

My Review:

Sebenarnya saya cukup menyukai novel ini, namun entah mengapa saya kurang terlarut dalam perasaan Mia dan Alex. Ada yang kurang, namun saya tidak tahu apa itu. Kalau di antara Autumn in Paris dengan Sunshine Becomes You, saya masih lebih menyukai Autumn in Paris karena twist dalam ceritanya bener-bener ngena. Klimaks dari novel ini pun kurang hmmm, menyesakkan dada.

tapi... yahh, saya sukaaaa banget sama tokoh ini. Dia adalahhhhh.... Alex Hirano!! jujur saja, pertama kali saya agak keki dibuat Alex. bener-bener nyebelin!! tapi, semenjak ia mengenal Mia, lama-lama ia makin ramah, ia bisa tertawa, dan terlebih ia begitu mencintai Mia, sepenuh hatinya! dan duhhh, lama-lama, sikapnya itu bikin saya jatuh cinta semati-matinya dengan Alex!!! seandainya cowo seperti dia ada. Sebenarnya sih, apa yang saya tangkap dari karakter Alex ini, bukannya dia sinis sama orang luar (di luar keluarga dan teman), tapi ia memang dalam suasana bad mood saat di bab pertama, makanya kesan yang didapat semua orang seperti itu. Bahkan sebenarnya Alex itu baik, cuma kurang ramah, yahh, contohnya pas dia ngobrol-ngobrol sama pemain biola orkestra ayahnya di restoran. Artinya dia tidak sinis sama orang 'luar' kan? hehehe.

Beberapa adegan yang saya suka, saat Alex menonton rekaman yang diberikan ayah Mia, saat Alex memainkan piano, lagu yang ia buat khusus untuk Mia, yup judulnya Sunshine Becomes You, yang dijadikan penulis sebagai judul buku ini. Kesimpulannya sih saya lebih suka anti-klimaks dari buku ini karena bisa membawa pembaca larut dalam kesedihan Alex. Berharap akan ada seri mengenai Ray dan kehidupan Alex selanjutnya. I'm very curious if he'll find another girl.

Menurut saya, karakter Mia malah kurang stand out dibanding sahabatnya. Justru saya lebih suka sama sahabatnya, yang terus mendukung dia, walaupun yaaa, Mia itu agak curigaan menurut saya. Selebihnya sih saya netral aja sama Mia. Indeed, she's a strong woman, lebih lagi setelah dia bertemu Alex, dia punya alasan untuk terus melanjutkan hidup.

Oh ya, coba novel ini ada ambil bagian dalam charity, misalnya ikut mendukung gerakan donor jantung atau jantung sehat gitu. Kan jadi banyak yang mau ikut membaca selain para penggemar Kak Ilana Tan. Selain membaca, kita juga bisa ikut membantu sesama. Hehe. (hanya pemikiran saya saja sih)

Definitely, bagi penggemar novel Ilana Tan, don't miss this one, karena menurut saya buku ini cukup bagus, dan cukup menyentuh. (walaupun saya kurang setuju sama endingnya. hiksss)

"Tapi aku tidak bisa menunjukkan kelemahan seperti itu di hadapannya. Dia membutuhkan seseorang yang bisa mendukungnya, seseorang yang bisa membantunya ketika dibutuhkan, yang bisa diandalkannya, seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Jadi kuputuskan bahwa aku harus menjadi orang seperti itu."-Alex (pg.384-385)

"Kau... sangat mencintainya, bukan?"
Alex mengerjap. Matanya yang muram terlihat berkaca-kaca ketika menggumamkan dua patah kata dari dasar jiwanya dengan lirih.
"Sepenuh hati."
(p.385)

"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku." -Mia Clark (pg.429)

No comments:

Post a Comment