15.5.12

Book Review : Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu sulit di awal, indah di akhir.

 Jatuh Cinta

Judul : Jatuh Cinta
Penulis : Jevo Jett
Penerbit : GagasMedia
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman : 301
Harga: Rp43000 (saya sih gratis, dapet dari penulisnya langsung, ttd pula. hehe)
Rating : 4/5

Ceritanya dimulai dengan Ryd, Veryd Octavius, yang ingin menghabiskan sisa liburannya di Jogja, tanpa sengaja mematahkan kartu ATM-nya sehingga ia tidak bisa pulang ke Malang karena tidak punya uang lagi. Ryd yang putus asa mencari ide dan akhirnya, keputusannya adalah mengunjungi sahabat lamanya sejak SD, sekaligus cinta pertamanya, Sasa.

Vivien Sabila, akrab dipanggil Sasa, terkejut melihat Ryd tiba-tiba nongol di pintu depan rumahnya. Ia tidak menyangka akan bertemu Ryd kembali saat mereka sudah berpisah begitu lama, sejak SMP.

Ryd tahu bahwa hatinya masih punya rasa terhadap Sasa. Di lain pihak, Sasa merasa takut untuk menerima Ryd menjadi kekasihnya dengan satu alasan, ia tidak ingin ada status mantan melekat pada Ryd yang juga sahabatnya. Mampukah usaha Ryd meyakinkan Sasa untuk menerimanya? Akankah Sasa menerima cinta Ryd dan mewujudkan cintanya sendiri?



well, sinopsis saya terdengar harlequin sekali yaa. haha. :D
tentu saja cerita ini tidak se-boring yang saya tuliskan di sinopsis. banyak tokoh pendukung yang menarik, seperti sahabat-sahabat Ryd: Teby, Jimi, Bino, dan Jessie, mantan kekasih Ryd: Elvera yang masih mencintai Ryd, keluarga Ryd: Ebes, ayahnya, dan Dinda, adiknya yang manis. Kisah kehidupan sekolah dan pergaulan Ryd pun menarik. Bagian yang lucu menurut saya adalah part Adik Manis, di saat Ryd kelimpungan saat adiknya Dinda mendapat pengalaman haid pertamanya. jadi merasa bahwa ibu tuh wanita yang sangaaaatttt dibutuhkan dalam sebuha keluarga. tanpa ibu, keluarga tuh ngga terasa lengkap.

tentunya fokus utama dari novel ini adalah kisah cinta! kisah cinta Ryd adalah titik fokus dari keseluruhan, yang jujur saja, hmmm, manis, sedikit berani. haha. kenapa manis? saya suka dengan usaha Ryd untuk meluluhkan hati Sasa, bagaimana Ryd menolak untuk mempermainkan wanita dengan tidak kembali pada Elvera, kencan dengan gadis-gadis lain karena ia takut karma, bagaimana kalo adiknya juga dipermainkan. well, menurutku itu pemikiran yang dewasa untuk seorang pelajar SMA yang masih lebih mementingkan gengsi. hehe. dan di sepanjang cerita, saya sering ketawa ngakak-ngakak gara-gara polah Ryd dan teman-temannya yang gila. wkwk.

yang saya kurang suka dari buku ini adalah banyak umpatannya! uh well, mungkin yang diangkat adalah bagian dari anak bandel, but i don't think everybody would agree with that kind of 'words'. dan ada beberapa kata-kata berbintang yang saya ngga ketahui dan jadinya membingungkan untuk saya.

oh ya, saya bingung lho sama tingkah cewe-cewe di novel ini, digambarkan begitu berani merayu lelaki. kalo saya lihat kenyataan sih beberapa memang ada yang berani, but here, cewe-cewenya hebat banget manja-manjaan (gue aja ngga berani manja-manja gitu, tar dikira gampangan. wkwk)

ada juga kisah sahabat Ryd, Jessie (jujur saya terkejut pas di tengah-tengah kisah, terungkap rahasianya yang bikin saya shock, yang jadi pelajaran buat saya dan kita semua. bahwa seks bebas itu berbahaya, apalagi dilakukan sebelum menikah. banyak remaja yang melakukan hal tersebut dengan alasan ingin tahu dan penasaran, dan saya jadi merasa miris bahwa pendidikan seksualitas tidak dijalankan di sekolah-sekolah di Indonesia, setidaknya bisa mengurangi tingkat aborsi, nikah muda, dan hamil di luar nikah.

nasihat Mbak Raline (tetangga Ryd) begitu melekat di benak saya.

"Kalian kalo bergaul yang sehat ya, nggak apa-apa kalau mulai pacaran, itu wajar aja kok, emang lagi masa-masanya. tapi jangan kebablasan, apalagi sampe berbuat yang macem-macem."

"Pacaran bukan buat gituan, no sex before married, ok!"

"Sekali-sekali coba deh berpikir dari sudut pandang orang tua, ngga ada orang tua yang bangga anaknya menghamili atau dihamili orang lain sebelum nikah, inget itu!"


bagian lucunya
"cowok emang ngga perlu dijauhi, tapi kelakuannya aja yang harus diwaspadai. Kalo ada cowok, tangannya mulai nakal colak-colek, tampar aja ya, Din."


saran saya, bagi kalian yang suka bacaan ringan, menggemaskan, bisa bikin ketawa, dan untuk waktu senggang, saya sarankan buat baca novel ini! ga akan nyesel lho! :D

sekian review saya, cannot give any spoiler, karena banyak rahasianya dalam buku ini. hohoho~

PS : and thanks so much for Kak Jevo Jett for giving me this book freely with his autographed too! I fulfilled my promise to write the review! :D

you also can see this review on my goodreads account : http://www.goodreads.com/review/show/281929159

No comments:

Post a Comment