Book Review : Forever Mine
Kekuatan Cinta Mengalahkan Segalanya
Judul : Forever Mine
Penulis : Cherry Zhang
Penerbit : Gradien Mediatama
Jumlah Halaman: 304
Genre : Fiksi, Romance, Young-Adult
Harga: Rp39000
ISBN13 : 9786022080145
Livvy hanya ingin hidupnya tenang, bekerja dengan baik, mengumpulkan uang untuk membiayai pengobatan ibunya. ia tidak pernah berharap akan mendapatkan seorang pacar yang kaya, tapi kenyataannya ia selalu diikuti cowo=cowo kaya yang naksir dia. Maurice salah satu yang gigih mengejarnya dan akhirnya Livvy menyerah dan setuju untuk berkencan dengannya. Hingga suatu hari, Maurice berusaha menidurinya dan hilang sudah respect Livvy terhadapnya. Livvy meninggalkannya, tapi Maurice tidak menyerah, ia malah memiliki rencana yang lebih licik lagi.
Xander Clayton, seorang pengusaha hotel dan resor di seluruh dunia. Ia sangat tertarik dengan Livvy karena ia mengira gadis ini sama seperti para wanita pengeruk kekayaan yang sering ia temui. Namun semua prasangka Xander hilang setelah ia sendiri mendekati gadis itu dan menyadari bahwa gadis ini benar-benar polos.
Livvy yang tidak ingin jatuh cinta lagi, penasaran dengan sosok Xander yang selalu mencoba mendekatinya. mau tak mau, Livvy pun menerima kehadiran Xander dan ia merasa ia mulai jatuh cinta dengannya. Bahkan, ia rela memberikan segalanya bagi Xander. Cintanya.
Namun Livvy kecewa karena setiap ungkapan cintanya tidak pernah dibalas Xander, dan pada suatu hari segalanya berantakan saat ia kembali bertemu dengan Maurice. Xander mencoba menjelaskan kepada Livvy, namun Livvy tak mau mengerti dan akhirnya melepas gadis ini.
should I say that I'm quite not fair with this book?
well, saya akui sebenarnya saya sudah terkontaminasi dengan review-review orang yang mengatakan bahwa buku ini kurang bagus. tapi menurut saya, buku ini cukup bagus mengingat penulisnya baru pertama kali menulis genre romance. jujur saja, menurut saya buku ini juga sedikit mirip dengan Harlequin, cowok-cowok asing kaya dan gadis miskin yang harus bekerja keras kemudian mereka bertemu karena satu hal dan lainnya dan end up on bed.
saya suka dengan karakter para tokoh yang meskipun semakin ke belakang menuju ending, sifat kedua tokoh (Livvy dan Xander) sama-sama saling keras kepala dan salah paham dan hanya penuh prasangka. Xander yang cakep, menawan, kaya dan walaupun di usianya ke 30, ia masih terlihat seperti pria berusia 20an. well, pantas saja Xander begitu mudah menaklukkan hati Livvy.
sepertinya ada masalah saat semua orang (para reviewers) mengatakan bahwa Livvy meninggalkan keyakinannya untuk tidak tidur dengan orang lain begitu saja, namun dengan mudahnya tidur dengan Xander. well, harus dibaca baik-baik, waktu menjelang Livvy meninggalkan Sidney, ia menjelaskan semuanya mengapa ia malah end up dengan Xander, mengapa ia menolak Maurice. i think you guys should re-read #nooffense.
yah, kekuatan cinta mengalahkan segalanya. tapi saya sukaaaaaaa banget sama Xander. dia tipe cowo yang saya suka, posesif, cakep, kaya, dan ahli. hahahaha
Review ini diambil dari akun goodreads saya.My Review
Comments
Post a Comment