Movie Review : Paradise Kiss
Title : Paradise Kiss / パラダイス・キス Paradaisu kisu / ParaKiss
Based on manga : Ai Yazawa
Stars :
Keiko Kitagawa, Osamu Mukai, Yusuke Yamamoto
Rate (by me) : 4.5
of 5
Synopsis
Yukari (Keiko Kitagawa) is just a common high-school student till one
day a boy-like-gangster, Arashi, chased her because he wanted her to become a
model for his team for school’s last festival. But, Yukari was stuck by his
foot and fell onto Isabella and fainted. Isabella and Arashi took her into
their atelier. Yukari rejected their favor after waking up and said they were
just a bunch of idiot who just played around. Arashi was angry and asked Yukari
to take back what she had said. At that time, George (Osamu Mukai) came and
Yukari was afraid when George stared at him and she just ran away. Later, George
came to her school to apologize and brought her to a hair stylist. George
wanted Yukari became his model, but Yukari still rejected him, although deep
inside, Yukari wanted to know how is modeling.
(Review ini dalam Bahasa Indonesia)
Film ini diadaptasi dari manga yang berjudul sama karya Ai Yazawa. Banyak
perbedaan antara film dan animenya (saya kurang tahu bagaimana dengan
komiknya). Di anime, George sedikit memiliki ekspresi, hanya dengan senyum
misterius, sedangkan pada film, George terlihat berekspresi dan sering muncul
ekspresi sedih, kecewa, marah, tentu saja senyum misterius itu tetap ada.
Di film ini, George terlihat mengalami kebotakan pada bagian depan
kepalanya, tapi acting Osamu Mukai patut dipuji karena ia sudah membuat saya
berteriak histeris berkali-kali berkat karismanya. Hohoho. Perbedaan antara
anime dan film ini sudah pasti durasinya dan endingnya. Saya pikir film ini
akan memiliki ending gantung seperti pada animenya, tetapi kali ini, dibuat
mereka bertemu di New York. *ups, spoiler*. Saya suka semua film berakhir bahagia,
dan tentunya Paradise Kiss patut mendapatkan ending bahagia dan jelas karena
pastinya banyak penonton mengharapkan kerja keras Yukari akan mendapat
bayarannya.
Durasi film yang singkat membuat beberapa adegan yang menurut saya
penting terpotong begitu saja. Di awal film, saya penasaran bagaimana bisa
George menemukan sekolah Yukari hingga ke kelasnya. Namun, karena saya sudah
menonton anime-nya, saya tahu bahwa Yukari menjatuhkan kartu pelajarnya di
atelier dan keesokan harinya George ingin mengembalikannya dan malah membawa
Yukari potong rambut agar Yukari menyadari bahwa ia memiliki potensi sebagai
model. dan juga, adegan seperti mengajak Yukari ke love hotel tidak ada dalam
animenya, dan mungkin saja ada di manga-nya (I don’t know either), saya tidak menyangka
bahwa George cukup emosian. Because I saw him like a calm person who won’t
bring a girl hanya untuk menggertak mereka. Mungkin adegan ini juga bisa
diinterpretasikan bahwa George memang ingin bersenang-senang dengan Yukari
namun ia jadi kesal dengan sikap Yukari yang tidak mau dan seolah-olah
menyalahkannya.
Film ini wajib ditonton buat anak-anak fashion design, khususnya, karena mengangkat cerita bagaimana mahasiswa fashion design belajar. Bisa menjadi inspirasi juga. :)

Comments
Post a Comment