21.1.12

Journal 55 : Arigatou.

Mood : have to finish scenario.
Listen to : I Love You, I Want You, I Need You - Apple Mango (bikin ngantuk)

merasa perlu mengucapkan terima kasih kepada ibuku karena telah membesarkanku, menyekolahkanku, mendidikku, membimbing, serta segala hal yang telah ia lakukan untukku, tanpa pamrih dan dengan segenap kasih sayangnya. apa yang bisa aku lakukan sebagai anak hanyalah memenuhi keinginannya yang mudah kulakukan namun masih saja aku mengeluh. aku tak berani mengucapkan "terima kasih, ma" kepada ibuku. aku hanya tak berani. bukan takut.

saranghaeyo, omma. :)

terima kasih saja tak cukup untuk kuungkapkan. melebihi dari semua yang telah ibu lakukan. sebagai anak, aku hanya ingin ibu bahagia, tanpa beban memikirkan bagaimana masa depanku kelak. hanya ingin membuat ibu bangga dengan prestasiku yang tak seberapa.


btw, saya jadi melankolis gini karena saya baca buku Menjadi Remaja Bahagia (penerbit Karisma kalau ga salah yg saya lihat) yang saya lupa siapa penulisnya (huft, dapet nih di goodreads. Andrew Matthews yang nulisnya). mungkin kalo ada kesempatan akan saya pinjam lagi dari teman saya yang meminjamnya di perpustakaan sekolah, sama buku Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of The World karya Tetsuko Kuroyanagi. keren banget buku-buku ini, disarankan bener-bener membaca bukan saat ada waktu senggang. tapi sediakanlah quality time untuk buku-buku ini. :)

Totto-chan's Children membuat saya tergugah. perang benar-benar menghancurkan generasi muda, dan anak-anak, they suffer a lot! mungkin UNICEF harus melakukan lebih terhadap negara-negara miskin dan membantu anak-anak yang berada di negara miskin setidaknya tidak kelaparan. ingin sekali bekerja di UNICEF untuk kemanusiaan seperti yang dilakukan penulis, Tetsuko Kuroyanagi. beliau menjadi Duta Kemanusiaan untuk UNICEF, seorang aktris Jepang yang tanpa merasa malu untuk berlutut mengikatkan tali sepatu. She's inspiring all people around the world , just by reading her book!

sayang di perpustakaan sekolah hanya memiliki  ini. ingin membaca buku pertamanya Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela yang katanya ada cerita Totto-chan (panggilan kecil Tetsuko-sensei) belajar di dalam gerbong kereta. pasti mengasikkan. tapi Anda harus membaca Totto-chan's Children untuk mengetahui pendapat Tetsuko-sensei saat berada di Mozambik, berdiri di salah satu gerbong kereta yang tak bergerak akibat rel kereta yang dihancurkan oleh tentara gerilya, teringat surat-surat dari anak-anak di Jepang mengatakan bahwa memiliki kelas di gerbong kereta sungguh menyenangkan, sementara anak-anak di Stasiun Moatize malah terlihat ketakutan akan tentara gerilya yang datang menyerang.

cukup deh sedikit spoilernya. hahaha. saya harus menyelesaikan dulu bukunya sebelum menulis review and more spoiler about this book (Totto-chan's Children)

annyeong~

-jes_chan

No comments:

Post a Comment