1.12.10

unrequited love? do u think so?

mungkin ini hanya hal yang menurut kalian sebuah fiksi. tapi ini nyata bagiku
aku mengalaminya.

aku 'bertemu' dengannya di facebook. saat itu , dia yang meng-add-ku. karena saat itu aku masih belum tahu apa-apa soal facebook, aku accept saja. dan mulailah berkenalan. walaupun ngga memakai profile picture, kami tetap berteman baik. mengetahui dari satu kota yang sama, satu sekolah, dan akhirnya saling cerita, aku menyadari, bahwa dia orang yang menyenangkan dan aku selalu suka orang yang menyenangkan. mengapa? karena orang yang menyenangkan selalu membuat iklim di hatiku cerah. pasti terdengar aneh. aku tahu itu.

semakin hari, obrolan itu terasa menyenangkan. sampai suatu hari, ia menunjukkan padaku, yang mana dirinya, di kelas berapa ia. dan betapa terkejutnya aku, ia tipeku. haha. it sounds cliche. but that is it. merasa dekat, kami mulai bertukar nomor telepon, alamat msn. ya, rasanya seperti orang berpacaran saja, tapi kami tahu, kami hanya teman dalam dunia maya. kau pasti akan dianggap gila oleh orang lain jika kau menyukai orang yang kau kenal hanya melalui facebook, dan kau tidak mengenalnya dengan baik, tidak tahu latar belakang orang itu. well, aku pikir, untuk apa mengetahui latar belakang seseorang sebelum kita benar-benar ingin menjadi temannya?

tapi, yang mengejutkan adalah tahun lalu. kejadiannya hanya dari sms. ya, sms berantai. kau tahu, dia mengirim pesan "hari jujur sedunia" "tanyakanlah 1 pertanyaan yang benar-benar ingin kau tanyakan, dan akan dijawab dengan jujur". aku tahu ini hanya lelucon, keisengan belaka, tetapi karena aku penasaran, aku bertanya "siapa orang yang kau sukai saat ini?". dan ya, dia menjawab, sangat jujur malah. ia menyebutkan nama gadis yang ia sukai, dan ia menjelaskan mengapa ia menyukai gadis itu, dan betapa ia mencintai gadis itu sejak awal tahun ajaran -mungkin, aku sedikit lupa bagian ini-. lalu ia pun bertanya padaku, dengan pertanyaan yang sama, dan apa yang aku jawab? pertama, aku berbohong, aku jawab "aku menyukai keluargaku, teman-temanku, voren, yu-chan, smua orang, kau juga". dia lalu membalas dengan menanyakan orang yang lebih spesifik. aku jawab saja, "kau". tetapi ia kemudian membalas, aku hanya bercanda. menyedihkan bukan? apa mengecewakan? kalau menurutku, tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan saat itu.

setelah pesan itu. semua berubah. hubungan kami renggang. tepatnya, aku yang menjauh. kau tahu, selama ini, yang memulai mengirim pesan itu adalah aku. aku selalu berusaha mengajaknya mengobrol. ya, terdengar seperti gadis yang sedang jatuh cinta yang tidak menggunakan otaknya. tapi itu kenyataan.

saat masa perang dingin -well, ngga juga, cuma ngga kirim2an sms kok-, dia mulai kirim sms, menanyakan hal-hal yang ga penting seperti "apa kabar?" "lagi makan?" dll. aku pikir aku mendapat harapan, tapi sepertinya tidak. aku pernah bertanya "knapa nanya?" balasnya "aku cuma iseng, bosen, ngga ada temen buat diajak sms, lg banyak bonus nih". aku cuma bisa membalas "hahaha"

lucu bukan? setidaknya dengan cerita saya kalian pasti mikir "si penulis ini goblok ya? ngejer2 cwo" "penulis ini kasian banget ya" atau mungkin hanya tertawa. saya tidak mengharapkan rasa kasihan kok. hanya igin bercerita, karena hati ini ngga bakal bisa menampung semua cerita ini, karena sudah begitu panjang, karena tiada akhir.

aku pernah cerita ini sama sahabat dekatku, dia bilang "langsung kasih tahu aja, ngomong aja ke dia apa yang ingin kamu sampaikan. karena sebentar lagi dia lulus, dan kau bakal menyesal. seperti juga aku". aku tahu itu. dan aku malah berharap sebaiknya ia cepat2 lulus, karena semakin cepat ia menghilang, semakin cepat pula aku melupakan dia. tetapi, entah ini takdir atau kebetulan, sumpah, ngga tau harus ngomong apa. muncul 'kembaran' dia. cowo ini, adik kelasku, yang ternyata satu ruangan ujian denganku -karena sekolah kami memakai sistem duduk beda kelas, kelas X dan XI, X dan XII, XI dan XII. dan parahnya lagi , aku terus memandangi anak itu. huft, untung ngga ketahuan deh. haha. tapi bener2 mirip, wajahnya, senyumnya, sayang ngga pernah denger suaranya! :(
mungkin ngga bisa lupa. aaa.. rencana apa sih yang ingin Tuhan beri kepadaku? what a coincidence itu yang bikin ngga tau harus berbuat apalagi.

ah~ sepertinya saya lupa. aku juga ada tertarik sama 1 cowo, dan ternyata sekelas sama "dia". duh~ ribet sekali ya. hahaha. tapi ngga, ternyata ngga ada rasa apa-apa. ternyata aku hanya ingin mencari pengganti, dan yang ternyatanya ia sahabat baik "dia". dia imut, baik hati, bermulut tajam, setajam silet? kayaknya golok deh. haha, pinter, lucu, sense of humor yg tinggi bikin aku penasaran sama cwo ini. aku pikir dia beneran orang jepang, abis namanya jepang2 gtu.. dan aku juga selalu penasaran sama orang yang punya nama jepang, karena aku suka negara ini :)

nah. apa yang bisa saya simpulkan dari cerita ini ya? bahwa sebaiknya saya tidak merasa penasaran akan setiap hal, apalagi berurusan dengan cowo, karena cowo itu ribet, bikin pusing, tak bisa ditebak.

No comments:

Post a Comment