fake smile...
lelah rasanya berpura-pura
tersenyum setiap saat
berpura-pura senang
berpura-pura bahagia
padahal sebenarnya, dalam hati begitu bosan
begitu sebal
karena tidak dianggap
tidak diterima
malah senyum palsu
sebuah senyum palsu
mereka terima dengan senang hati
walaupun aku tahu, dalam hati mereka berbisik
menjijikkan sekali dia, apa-apaan dia, sok baik, muna'
dan aku pun sering berpikir demikian
mungkin jika ia tidak ada, aku senang
dan jika aku tak ada, ia pun akan senang
dan aku mulai mempertanyakan hal ini
mengapa Tuhan menciptakan kami, dan mempertemukan kami jika hanya untuk saling membenci?
saling menghina dari belakang?
aku yang berpikiran positif, pasti akan berpikir "oh, setiap langkah Tuhan selalu ada alasan"
tetapi aku yang negatif berpikir "Tuhan kejam, Tuhan mempermainkanku"
dan apa yang kalian pikirkan saat ini?
mengenai permainan yang sedang dimainkan Tuhan saat ini?
Comments
Post a Comment