5.11.10

balas dendam

kau tahu
betapa menyenangkannya sebuah balas dendam
kau memang merasa puas dengan balas dendam itu
tetapi hatimu tidak
dan balas dendam hanya membuat tanganmu sakit
dan hati nuranimu akan berteriak "aku bersalah sudah membalas dendam"

aku merasakannya
rasanya sakit
tidak hanya tanganku, tetapi juga hatiku
hati nuraniku menyadarkanku
saat aku sudah melakukannya
dan itu membuatku penuh penyesalan

"apalah gunanya balas dendam? itu takkan memuaskanmu. sebaliknya, yang tertinggal hanyalah penyesalan dan rasa bersalah"

betapa menyedihkannya hidup ini!
pembalasan dendam terus dilakukan
tetapi saat disadarkan
tak terkira, betapa besar penyesalan itu
betapa besar rasa bersalah itu
seolah-olah Tuhan BERHAK menghukumku tanpa ampun

kepenatan pun mulai menyusul
betapa sedihnya, betapa bersalahnya
semua itu berputar di kepalaku
dan mengapa penghakiman belum datang kepadaku?
aku hanya ingin menghilangkan semua ini dengan penghakiman itu

dan kau tahu apa alasan dibalik semua pembalasan dendam ini?
hanyalah karena aku tak bisa mengendalikan emosiku
betapa labil diriku karena aku belum dewasa
karena aku selalu menahan diri
karena aku selalu berusaha terlihat tegar dan sabar
dan karena itulah tangisku selalu pecah, saat tak kuasa kutahan lagi
terkadang aku pun merasa sebuah bola bekel tersumbat di kerongkonganku
sehingga membuatku tak bisa menceritakan segala masalahku
segala kekuranganku, dan segala hal lainnya

aku hanya ingin bertanya pada Tuhan "apa saja dosa-dosaku saat ini? bisakah Kau beritahu aku apa hukuman yang pantas bagiku?"
seolah aku ini seorang kriminal

No comments:

Post a Comment