15.10.10

quality time

"akhir-akhir ini aku merasa mereka mulai disibukkan oleh urusan mereka"
Ya, aku merasakan quality time yang berkurang dengan keluargaku. Aku hanya bertemu mereka di luar jam sekolah. Walaupun hari minggu libur pun, orang tuaku tetap disibukkan oleh pekerjaan mereka dan aku merasakan hal itu. Mulai dari berkurangnya waktu berkumpul bersama. Dulu kami selalu menyempatkan diri untuk berkumpul, baik untuk makan bersama ataupun di waktu senggang. Tapi saat ini, jangankan makan bersama, bertemu pun bahkan tidak sempat. Saat ini dunia benar-benar berubah. Uang menjadi hal yg valid, paling dasar yg dibutuhkan agar bisa bertahan hidup. Karena uang lah , waktu bersama itu berkurang . Kurangnya quality time ini pun menyebabkan kerenggangan dalam keluargaku. Semua jarang mengobrol, apalagi ditambah teknologi yg canggih seperti televisi, komputer, handphone, dll, of course waktu mereka habis bersama gadget" itu... Bahkan aku pun lebih banyak menghabiskan waktuku bersama teman-temanku di sekolah daripada di rumah. Hampir setengah hari aku habiskan di luar.

Dan kalian tahu, semua kemudahan dan keinstanan hampir merasuki keluargaku. Kalau ingin bicara ya lewat SMS saja atau telepon tidak perlu sampai ketemu tatap muka segala. Untuk liburan saja *sekedar jalan-jalan ke mall atau apapun* tidak pernah sama sekali sekarang. Kebanyakan waktu dihabiskan di depan komputer *seperti saya*, di depan televisi dan PS dan DVD *seperti kedua adik saya*, atau di depan laptop *seperti orang tua saya*.
Jujur, ngga berlebihan banget sih, tapi tetap saja, ini membosankan. Kurangnya quality time ini menimbulkan kecanggungan antara kami semua. Kalau dulu saya sering curhat sama ibu saya, sekarang saya lebih suka curhat sama temen saya karena mereka lebih mengenal saya dibanding ibu saya.

Padatnya kesibukan pada zaman ini, membuat orang lupa kalau mereka butuh waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain maupun keluarga, pacar, teman, dll. And some of them think "buat apa sih kumpul sama yg lain? ngga memberikan keuntungan"
Pemikiran akan keuntungan ini juga membuat quality time-nya berkurang. Kita butuh sosialisasi agar hubungan satu sama lain tidak renggang. :)

No comments:

Post a Comment