16.10.10

books this weekend

Hari ini bete. Huh. Hasil raporku sih bagus. Tapi tetep aja, masa banyak nilai yg salah? Kata wali kelasku *yg sok metroseksual* semua nilai murid di kelas ga ada yang bener. Cih, kok bisa ya dia ngomong itu sesantai itu? Padahal nilai mid kan nyawa buat ke semester tar. Ckck. Bener” bikin aku keki tu guru!!

 

Ya udalaa.. daripada bete, mending aku bahas novel yang aku baca buat weekend ini *tepatnya uda selesai dibaca. haha*

 

  1. Kumcer “Pertama Kalinya”

Karya : Sitta Karina dan penulis-penulis lain

Softcover, penerbit Gramedia,  Rp 30.000,-

 

Berisi 12 cerita. Ada 7 cerita yang diambil dari audisi untuk kolaborasi dengan Sitta Karina. Sebagian cerita lain adalah cerpen-cerpen dari Sitta Karina. Ada juga cerita tentang anggota keluarga Hanafiah, yaitu Alif Hanafiah *aku nge-fans deh sama Alif! Sorry, Diaz!*. Kumcer ini dibuat sebagai sumbangan untuk GN-OTA. Dengan membeli novel ini, berarti kamu sudah menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang kurang beruntung untuk mengenyam pendidikan. Ayo beli kumcer ini! Hehe. Semua isi cerpen didalamnya sangat mendidik dan mengena dengan kehidupan remaja saat ini. Terdapat self-guidance juga yang sifatnya ngga “menggurui”. Aku paling suka sama cerpen

·        “Bandara” dari Alanda Kariza,

·        “Gulali Helua” dari Sitta Karina,

·        “Aku, Awan, dan Kerlip Seribu Bintang” dari Maria Christina Michaela,

·        “Mata Hati” dari Sitta Karina,

·        “Aku dan Mental Bersyukur” dari Natalia Galing,

·        “Baby Steps” dari Stephanie Renni Anindita *paling suka yang ini! Bener” mengajarkan bahwa jangan pernah menangisi cowok yang ngga pernah respek sama cewek! Hanya merugikan diri sendiri!*.

Love this kumcer! Ngga nyesel deh bacanya. Harganya juga murah, cukup merogoh kocek Rp 30.000,- kalian sudah bisa menikmati 12 cerpen didalamnya, keren” lagi. Hehe. J

 

  1. The Short Story of Bree Tanner

Karya : Stephenie Meyer

Hardcover, penerbit Gramedia, Rp 65.000,-


Menceritakan kehidupan seorang Bree Tanner sebelum dimusnahkan oleh Volturi. Diceritakan melalui sudut pandang seorang vampire yang sangat berbeda. Keinginan mereka untuk “membunuh” lebih besar saat umur mereka masih muda, tapi Bree bisa mengendalikan diri. Ia tidak suka ikut campur dalam suatu masalah. Sejak pertemuannya dengan Diego, vampire seperti dirinya, ia merasa bahwa ia menemukan hal lain selain “dahaga” dan haus. Tapi, ia masih belum yakin, sampai suatu hari, saat ia di pengadilan, dan ia memutuskan sudah saatnya ia mengikuti jejak Diego, yaitu… kematian.

Ceritanya lumayan seram bagi yang tidak suka horror, tapi seru kok! Apalagi bagi pencinta Twilight Saga J

 

  1. 8… 9… 10… udah belom?!

Karya : Laurentia Dermawan

Softcover, Penerbit Gramedia, harga tak diketahui *saya minjem sih! :P*

“Nesya tidak ingat siapa diriku”

Itulah yang dipikirkan Vino saat ia bertanya pada Nesya. Saat itu Nesya sedang terkena amnesia akibat kecelakaan mobil yang menimpa dirinya dan Mike, pacarnya. Ia tidak bisa mengingat masa lalunya sebelum kecelakaan. Hari demi hari, Vino berusaha untuk membantu Nesya mengingat masa lalunya, tetapi, ia merasa bahwa ia mulai menyukai Nesya sehingga ia menghentikan niatnya. Ia cemburu. Mike akan selalu menjadi bayangannya. Sampai hari itu, semua berubah. Vino dan Nesya mengalami kecelakaan, dan Nesya ingat semuanya. Nesya sedih karena semua orang termasuk Kiara, sahabat baiknya, dan Vino membohonginya. Nesya tidak ingin mengerti bahwa Mike sudah tiada dan saat ini ia selalu memikirikan Vino. Ia tidak mau menyadari bahwa dirinya pun menyukai Vino. Ia merasa telah mengkhianati Mike jika ia menyadari hal itu.

Bagaimana hubungan Vino dan Nesya selanjutnya. Hehe. Yang pasti happy ending dong. Kalo mau tau ceritanya, baca aja novelnya ;)

Novel ini mengajarkan bahwa masa lalu itu ngga harus dilupakan. Malah karena masa lalu lah, masa kini ada dan masa depan yang tengah menunggu kita :)


buat buku terakhir "MatemaCinta", karena belum selesai dibaca, tar deh saya update. hehe. ;)

No comments:

Post a Comment