30.10.10

Berhenti sekolah...

Semua pelajar, ah tidak, hampir semua pelajar atau beberapa pelajar *ribet amat sih* pasti pernah berkata "aku ingin berhenti sekolah". Alasannya adalah banyak yang capek dengan tugas dan ulangan yang diberikan oleh guru *saya juga sih*, ulangan harian yang menumpuk *saya juga*, ga pernah bisa santai di rumah karena orang tua selalu mengawasi dan mengatakan "jangan lupa belajar, nanti kamu tidak ranking", apalagi kalau ortunya udah mulai banding"in kita dengan anak tetangga, anak temannya ataupun saudara kita yang kebetulan satu sekolah dengan kita dan satu kelas *oh my GOD, for the last thing, i didn't get it, hope never!*.

Nah, bagaimana dengan anda? Saya tidak tahu, temukan jawaban anda dengan bertanya pada rumput yang bergoyang *ah mulai ngaco nih si author*.

Apakah kalian-yang-pernah-mengatakan-untuk-berhenti-sekolah-ataupun-hampir-berkata pernah memikirkan nasib yang tidak bisa/tidak mendapatkan kesempatan untuk sekolah?
Pastinya ngga dong *saya aja ngga pernah kepikiran*. Tapi, saya baru mendapat ilham ini tadi sore *ceile, ilham?*, bahwa "kok segitu mudahnya saya berpikir untuk berhenti sekolah sementara yang lain di luar sana banyak yang ngga bisa sekolah dan mereka begitu ingin seperti saya". Lalu, si setan kecil dalam hati berkata "ah, mereka aja yang ngga tau susahnya sekolah, penuh tugas dan ulangan, ntar klo mereka merasakan seperti saya juga pasti ingin berhenti". Si malaikat *buset, mau bikin apa sih ini?* pun berkata, "kan saya belum bisa membanggakan ortu, kenapa saya harus berhenti sekolah? ortu pasti senang melihat saya bisa lulus sekolah sementara banyak yang ngga bisa, dan kenapa saya harus menyia-nyiakan uang sekolah yang sudah dibayar ayah dan ibu selama ini jika saya tidak bisa lulus? sementara biaya sekolah semakin tinggi dan memikirkan ibu dan ayah bekerja keras dari pagi hingga malam"

Hati ini semakin galau.. gelisah.. dan mulai bertanya pada rumput yang bergoyang *maklum lagi ngetrend*.

nah, tar dilanjutin, tetap di blog saya, bersama saya sakura_chanz. *ditendang*

jadi, kesimpulannya adalah :
  1. untuk apa kalian berpikiran berhenti sekolah sementara banyak yg ingin sekolah.
  2. pikirkan ortu kalian sebelum bertindak, pasti ortu sakit hati melihat anaknya menyia-nyiakan pengorbanan beliau utk mencari biaya buat sekolah kalian.
  3. kita masih kecil. remaja. belum bisa cari duit, jangan pikirin have fun dulu. ingat, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Penundaan kepuasan lebih baik daripada selalu mencari kepuasan secara instan, klo ga bisa menunda artinya kamu DUSUN! katro! wong deso kata guru sosio saya.
  4. pikirkan masa depan. tiada selembar ijazah hanya membuat hidupmu susah. walaupun bisa ijazah palsu, kepuasan yang kita dapat SANGAT BERBEDA dengan yang kita dapat dengan usaha sendiri :)

I think that's all. thanks for reading :)

No comments:

Post a Comment