18.6.12

Book Review : Bella and The Beast

Penampilan bukanlah penghalang untuk jatuh cinta


Bella and The Beast (Amore)
Judul : Bella and The Beast
Penulis : Astrid Zheng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : Fiksi, Romance
Lini : Amore
Harga : Rp38000 (tapi punya saya dapet dari giveaway)

ISBN13: 9789792281590
Jumlah Halaman: 256 halaman

Rate : 4/5

Sinopsis :

Demetri Yoso, salah satu direktur dari Briar-Rose Group, perusahaan yang memegang banyak cabang hotel dan vila ini, memiliki parut di wajah akibat masa lalunya. Tunangannya, Sonia, meninggalkannya dan media menuduhnya sebagai monster akibat rumor yang disebarkan keluarga tunangannya. Ia bersumpah akan menunjukkan pada seluruh dunia bahwa ia masih memiliki hati, dengan menikahi Bella.

Bellatrix Wibisono, seorang gadis lugu dan ceria ini merupakan anak bungsu dari Direktur Wings Group, Hadi Wibisono. Bella yang dari kecil begitu dijaga oleh kedua orang tuanya dan tak pernah didekati lelaki, tiba-tiba saja dijodohkan dengan Demetri. Tentu saja Bella sendiri tidak tahu kalau ia dijodohkan karena ayahnya diam-diam mengatur perjodohan ini.

Pertama kali melihat Demetri di ruang kerja ayahnya, Bella merasa sedikit takut dengan otot besar Demetri, namun ia tidak takut dengan parut di wajah Demetri. Bella pun tidak menyangka bahwa akhirnya ia akan jatuh cinta pada Demetri, karena Demetri adalah pria pertama di dekatnya. Demetri pun tak menyangka ia akan jatuh hati pada kepolosan Bella. Baginya, Bella tidak seperti banyak wanita yang hanya melihat kekayaannya namun mendepaknya jauh-jauh karena wajah buruk rupanya. Tidak semua kisah cinta tidak memiliki halangan. Tentunya pernikahan Bella dan Demetri mengalami banyak cobaan, termasuk, terbongkarnya rahasia dibalik pernikahan Demetri dengan Bella.

My Review :

Before I start my Review, thanks to kak Okeyzzz for the book~
Sebenarnya sih berencana memberikan bintang 5, tapi sayangnya saya udah dibuat kesal lebih dulu sama typo-typonya! Setidaknya typonya mulai berkurang saat semakin ke belakang, mendekati ending. Cuma di bagian itu saya sering mengulang membaca. hihihi.

Nahhh, minus yang keduanya itu karena sifat lemot Bella yang bikin aku ga simpati sama dia (malah kesel kali). ga tau kenapa, sifatnya terlalu kekanak-kanakkan untuk perempuan berusia 26. ga tau cara buat bayi, tapi tau perhiasan keluaran Tiffany's. hahaha. ada2 aja dehhh. ga, bukan karena dia ga tau cara buat bayi, tapi entah kenapa, dia tuh cengenggggg banget. maaf. terbiasa sama tokoh cewek yang mandiri :(

yahhh, sebenarnya cukup suka sama buku ini, apalagi banyak adegan romantis yang bikin saya deg-degan. tapi, mulai dibikin ilfeel tuh kenapa Demetri harus mengulang-ulang bertanya kepada Bella apa parut--sekali lagi PARUT ini (di mukanya) terlihat mengerikan, dan berkali-kali salah menangkap maksud dari jawaban Bella. padahal menurut saya jawaban Bella itu udah sangat jelas. parutmu memang mengerikan, tapi aku tidak takut. TIDAK TAKUT, saudara-saudara. masihhhhh aja menganggap Bella takut sama dia! gubrak.

ah, banyak pengulangan dalam mendeskripsikan fisik Demetri. saya jd bingung mau ngebayangin siapa/apa. Ade Ray, monster, atau gorilla? haaaa. ga jelas. saya juga ga bisa menggambarkan rupa Bella seperti apa. jadinya cuma berpatokkan pada Bella di Beauty and The Beast-nya Disney.

dan yahhh, adegan romantisnya membuat saya memberikan 4 bintang pada buku ini. :D (males edit review lagi, btw, re-read lho)

you can also read it in my goodreads account: http://www.goodreads.com/review/show/300284207

1 comment:

  1. hahahaha ngakak jes pas bagian ini "TIDAK TAKUT, saudara-saudara." HAHAHA tolonglah Demetriiii

    ReplyDelete